Perilaku manusia memang selalu menarik untuk dipelajari. Dengan belajar tentang hal ini kita bisa memahami bagaimana dan mengapa seseorang bertindak dalam melakukan sesuatu, yang pada akhirnya kita bisa mendapatkan pengetahuan yang berharga tentang aspek kehidupan manusia.

Disadari atau tidak, perilaku kita juga turut berpengaruh pada berkembangnya inovasi dan teknologi hingga sampai ke era digital seperti sekarang.

Teknologi yang maju pesat seperti saat ini terbilang memudahkan kehidupan tapi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku individu. Salah satunya adalah keberadaan media sosial seperti yang kita kenal sekarang.

Tidak hanya aspek fun yang diberikan, tapi bagi beberapa orang keberadaan media sosial juga mempengaruhi kondisi mental mereka. Tidak heran jika hal-hal seperti ini menjadi perhatian dan menarik untuk dipelajari.

Itulah kenapa muncul cabang ilmu baru yang mempelajari keduanya. Kita menyebutnya dengan Digital Psychology.

Apa itu Digital Psychology?

Secara istilah, Digital Psychology adalah cabang psikologi yang memfokuskan pada bagaimana teknologi digital seperti internet, media sosial, aplikasi, dan perangkat digital dapat memengaruhi pikiran, perilaku, dan kesejahteraan manusia. 

Kenapa studi tentang digital psychology menjadi penting? Ada beberapa alasan di antaranya :

  • Pengaruh Media Sosial
Keberadaan media sosia saat ini telah mengubah cara orang untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan bahkan memandang diri mereka sendiri. Untuk itu kita perlu belajar Digital Psychology untuk memahami dampak media sosial pada kesehatan mental, identitas, dan hubungan sosial dengan tujuan merancang langkah intervensi yang diperlukan demi mendukung kesejahteraan dari penggunanya.

  • Peningkatan Kesejahteraan Digital
Kita tahu bahwa teknologi yang ada saat ini telah memudahkan, bahkan membuat kita mengalami ketergantungan. Itulah kenapa penting untuk mempelajari bagaimana penggunaan perangkat digital bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental pengguna. Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian di antaranya adalah tentang kecanduan digital, gangguan tidur akibat penggunaan gawai, atau dampak jangka panjang dari paparan layar gawai yang kita miliki.

  • Pengembangan Teknologi Yang Memiliki Etika
Ilmu tentang Digital Psychology memungkinkan kita belajar tentang perilaku manusia di era moderen seperti sekarang termasuk belajar tentang reaksi manusia terhadap teknologi. Hal ini memungkinkan para pengembang paltform dan aplikasi untuk bisa lebih etis dan bertanggung jawab terhadap inovasi yang mereka ciptakan. Aspek yang tercakup dalam hal ini di antaranya tentang dukungan privasi pengguna, tidak memanipulasi, dan mendukung kesejahteraan pengguna.

  • Pengaruh Terhadap Perilaku Konsumen
Dalam dunia industri , perilaku manusia juga perlu untuk dipelajari. Kenapa? karena mereka perlu untuk merancang sebuah rencana yang efektif untuk meningkatkan penjualan. Digital Psychology akan membantu industri untuk memahami bagaimana iklan online, rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, atau bagaimana mereka akan mendesain sebuah website yang pada akhirnya akan memengaruhi keputusan seseorang untuk melakukan pembelian. Hal ini penting untuk pengembangan strategi pemasaran yang efektif dan etis.

BINUS MELAUNCHING PROGRAM DIGITAL PSYCHOLOGY

Tanggal 21 Agustus 2024 lalu saya berkesempatan untuk hadir dalam sebuah event menarik yang diselenggarakan oleh UNIVERSITAS BINUS SEMARANG. Acara tersebut bertema Leveraging Technology and People Culture for a Connected Future.



Acara ini diselenggarakan di Atrium Universitas BINUS yang ada di gedung baru BINUS di POJ City Marina.

Menghadirkan 2 nara sumber yaitu Raymond Godwin S.Psi.,M.SI. - Deputy Dean Faculty of Humanities Universitas BINUS dan Nucki Prasastia S.T., M.M. - Vice President Marketing Strategy & Insight Smartfren.




Bincang-bincang singkat kali ini membahas tentang Digital Psychology dan beberapa aspek pentingnya. Kedua nara sumber memaparkan tentang kemajuan teknologi yang memengaruhi perilaku manusia di era moderen dan bagaimana perkembangan teknologi juga perlu diimbangi dengan kepedulian akan kesejahteraan penggunanya.

Salah satu hal menarik yang disampaikan oleh Pak Nucki adalah bagaimana Smartfren sebagai salah satu provider ternama di Indonesia juga menggunakan ilmu perilaku manusia untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pasar dan langkah apa yang akan diambil sebagai strategi untuk meningkatkan penjualan dan memberikan layanan yang lebih maksimal kepada konsumennya.


Sebagai salah satu Universitas swasta ternama di Indonesia, BINUS juga melihat peluang dalam perkembangan teknologi dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan manusia dengan meluncurkan program studi baru yaitu DIGITAL PSYCHOLOGY.

Ini adalah Double Program yang dimiliki oleh Universitas BINUS dimana lulusannya akan mendapatkan Double Degree di bidang Ilmu Psikologi dan  Computer Science.

Melalui program ini Mahasiswa akan belajar dua bidang sekaligus yaitu Psikologi dan Sains Komputer dengan harapan lulusannya akan menjadi tenaga-tenaga ahli dibidang ini dan mampu membawa kemajuan di masa depan.

Menariknya, BINUS adalah universitas pertama yang memiliki program studi DIGITAL PSYCHOLOGY di Indonesia.

BINUS menjelaskan bahwa studi tentang digital psychology memberikan wawasan yang penting untuk menciptakan lingkungan digital yang mendukung, aman, dan bermanfaat bagi pengguna, serta membantu kita memahami dan mengelola dampak teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

PELUANG KERJA LULUSAN DIGITAL PSYCHOLOGY BINUS SEMARANG


Mungkin Anda bertanya-tanya, setelah lulus dari sini, ke manakah lulusannya bisa bekerja?

Bidang pekerjaan untuk lulusan Digital Psychology terbilang sangat luas bahkan bergengsi. Peluang lapangan pekerjaan di bidang ini pun masih sangat lebar.

Beberapa di antaranya adalah :

  1. User Experience (UX) Designer: Membantu merancang pengalaman pengguna yang intuitif dan memuaskan untuk aplikasi, situs web, dan produk digital dengan menerapkan prinsip psikologi untuk memahami kebutuhan dan perilaku pengguna.

  2. Human-Computer Interaction (HCI) Specialist: Fokus pada penelitian dan pengembangan antarmuka yang lebih efektif dan ramah pengguna, serta mengevaluasi bagaimana pengguna berinteraksi dengan teknologi.

  3. Digital Health Specialist: Mengembangkan dan mengevaluasi aplikasi dan platform kesehatan digital, seperti aplikasi kesehatan mental, pelacak kebiasaan, dan program intervensi digital untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan pengguna.

  4. Behavioral Data Analyst: Menganalisis data perilaku pengguna dari aplikasi dan platform digital untuk memberikan wawasan tentang pola penggunaan, kebiasaan, dan preferensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan produk atau layanan.

  5. Digital Marketing Strategist: Menggunakan pengetahuan tentang psikologi konsumen dan perilaku digital untuk merancang dan melaksanakan strategi pemasaran yang efektif di platform digital, termasuk iklan online, konten media sosial, dan kampanye pemasaran.

  6. Product Manager: Mengelola siklus hidup produk digital, dari konsep hingga peluncuran, dengan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pengguna serta memanfaatkan wawasan psikologis untuk membuat keputusan desain dan fitur.

  7. Cyberpsychologist: Peneliti atau praktisi yang mengkaji bagaimana teknologi digital mempengaruhi perilaku, identitas, dan interaksi sosial, serta mengembangkan strategi untuk mengatasi masalah psikologis yang muncul akibat penggunaan teknologi.

  8. E-Learning Specialist: Mendesain dan mengembangkan materi dan platform pembelajaran digital dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip psikologi pendidikan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran online.

  9. Social Media Manager: Mengelola dan mengembangkan strategi konten di media sosial, serta memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan konten digital dan bagaimana hal ini mempengaruhi persepsi dan keterlibatan.

  10. Customer Experience (CX) Researcher: Menganalisis pengalaman pelanggan dengan produk atau layanan digital dan mengidentifikasi area untuk perbaikan berdasarkan data perilaku dan umpan balik pengguna.

  11. Consultant for Digital Transformation: Memberikan saran kepada organisasi tentang bagaimana memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pengalaman pengguna, dengan mempertimbangkan aspek psikologis dari adopsi teknologi.

  12. Ethical Technology Advocate: Bekerja untuk memastikan bahwa teknologi digital dikembangkan dan digunakan dengan cara yang etis, memperhatikan dampaknya terhadap kesejahteraan pengguna dan masyarakat.

Itulah beberapa jenis pekerjaan di bidang ini yang sering memerlukan keterampilan interdisipliner, termasuk pemahaman mendalam tentang psikologi manusia, kemampuan analitis, serta keterampilan teknis dan desain yang relevan dengan teknologi digital.

Menarik bukan?




SELAYANG PANDANG BINUS SEMARANG

Ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi Universitas Binus Semarang. Berlokasi di kawasan Marina, tepatnya di POJ Avenue Kavling 3 POJ City, kampus BINUS berdiri megah dengan desain bangunan yang sangat canggih.

Kesan moderen dan muda terasa sejak pertama kali melangkahkan kaki ke dalam gedung ini. Saya merasakan suasana kampus yang nyaman dengan berbagai fasilitas yang lengkap. Meski saya lihat  masih banyak pengembangan di sekitar main building-nya.


Sebagai Universitas Swasta bergengsi di Indonesia, BINUS telah meluluskan lebih dari 180 ribu lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia dan saat ini bekerja di bidangnya masing-masing baik di perusahaan ternama kelas dunia atau menjadi entrepreneur sukses.

Dengan reputasi mentereng seperti ini Universitas BINUS memang layak untuk menjadi pilihan institusi pendidikan yang mampu memberikan apa yang dibutuhkan oleh mahasiswa calon penggerak roda bangsa di masa depan.

Untuk Anda yang berminat mendaftarkan putra-putrinya berkuliah di BINUS Semarang, silakan bisa berkunjung langsung ke kampus BINUS Semarang di POJ Avenue Kav 3 POJ City Kawasan Marina Semarang atau bisa mencari informasinya secara online di situs berikut https://binus.ac.id/semarang/




0 Comments